Hei hei!
Hari berikutnya, kami bersiap-siap untuk pergi ke Malang. Di saat kami semua sudah siap jam setengah 6 pagi, cuma adekku yang masih molor di kasur. Tuh kan, mana tiba-tiba dia bilang mau ditinggal aja, lagi! Akhirnya ibu terpaksa turun tangan, dan menggelandang dia dengan paksa buat gosok gigi dan masuk ke mobil kesayangan.
Adekku itu duduk di depan, sambil ngedumel panjang, sedangkan ibu, mbah yi dan aku duduk di belakang. Kami baru bisa tancap gas dari Pati jam 6. Perkiraannya adalah kami sampai di Malang jam 12 siang. Kira-kira bisa nggak ya?
Dan ternyata Tuhan berkata lain... kami nyasar masuk tol, dan akhirnya sampai jam 2! Wuaw, meskipun siang begini, udaranya sejuk! Karena masih belum menemukan lokasi kakakku itu, kami memutuskan untuk mengisi perut kami, alias makan-makan. Hehehe.
Kami mampir di sebuah restoran, yang kalau nggak salah namanya Mbah Rawon. Bener nggak ya namanya? Disitu aku makan soto. Entah kenapa aku yang tadinya biasa aja sama soto, tiba-tiba jadi doyan soto.
Tapi sotonya asiiiiin!
Setelah satu mangkok soto asin kemudian, kami melanjutkan perjalanan. Eh, ternyata kami belum sampai di Malang!
Di jalan, lagi-lagi kami kejebak macet. Wah, mood kami buat jalan-jalan langsung luntur, deh. Di kiri jalan kami sempat melewati Kebun Raya, dan juga Taman Safari. Dipikir-pikir, kami belum memutuskan mau liburan kemana. Setelah teringat sama cerita adekku, akhirnya kami sepakat mau pergi ke Jatim Park! Eitss, tapi tidak sekarang!
Akhirnya kami sampai di Malang! Kami langsung mencari guest house yang dikasih tau sama kakakku. Kata kakak, guest housenya deket sama kos-kosannya. Nama guest housenya Pisang Kipas, karena banyak orang yang jualan pisang sambil kipas-kipas disana!
...nggak, sebenernya itu cuma nama jalannya aja.
Dan jeng jeng! Weeei, itu kakak! Akhirnya kita bertemu!
Kakak memandu kami ke guest house tersebut dengan menggunakan motornya. Hehe, untuk liburan kali ini kakakku mendapat kehormatan sebagai pemandu jalan kami! Kak, berbangga hatilah!
Kami tiba di guest house tak lama kemudian. Aku bisa memperhatikan kakakku dengan seksama. Dia memakai celana bahan dan batik, juga jaket dengan tulisan BEM UB. Si kakakku ini cukup sibuk lho di kampusnya. Dia menjabat sebagai Dirjen Lingkungan Hidup! Tapi kayaknya sekarang itu bukan jabatannya lagi, deh. Sayangnya aku lupa jabatannya apa sekarang. Mohon dimaafkan!
Setelah nggak ketemu selama 6 bulanan, kakakku itu nggak banyak berubah. Cuma perutnya aja yang sekarang buncit kayak adekku! Huehehehe. Bener lho, dari tiga bersaudara, cuma aku aja yang langsing (nggak, aku nggak cungkring!).
Just Tata and You
Let's be 'Lebay' together!
Sabtu, 16 Januari 2016
Minggu, 03 Januari 2016
Liburan Akhir Tahun! Tenonet! (Hari ke-2 dan 3)
Huaaah, hari ini aku terbangun di sebuah tempat tidur lembut nan empuk... dimanakah aku?
Bercanda deng, aku inget kok ada dimana. Kuraih HP Nokia C3-00 milikku, yang sudah berumur empat tahun, kondisi masih bagus dan mulus, layar baret-baret dikit dan tutsnya masih baik. Kira-kira laku berapa, ya? Ada yang mau beli?
...oke, maaf garing, barusan aku ikutan tren lawakan tahun 2015. Oh iya, ngomong-ngomong, selamat tahun baru 2016 ya! Wuahh, tahun baru kali ini aku lewatkan dengan tidur saja di rumah mbahku. Eitss, sebelum nyelonong jauh...
Jam menunjukkan pukul 5.30 pagi. Ibu dan Bapak udah bangun, tinggal adekku aja tuh yang masih ngulet-ngulet di kasur. Hmm, ibu ngebikinin kopi sama teh. Sebagai penggemar kopi dan bukan teh, aku memilih untuk meminum teh. Lah iyalah, yang enak-enak itu cuma untuk orang tua kita. Oke??
Nggak, sebenernya aku lebih doyan teh.
Balik ke topik, tanpa kusadari TV yang ada di kamar hotel kami sedang menayangkan kartun dari Negara Beruang - Rusia. Kartun itu berjudul Masha and the Bear. Pendapatku saja, menurutku lebih bagus versi sub-nya daripada dub-nya. Pas kulirik ke tempat tidur, ternyata adekku yang kukira masih molor udah bangun, dan lagi asyik ketawa-ketawa.
Menguap, aku merentangkan tanganku. Tiba-tiba ibuku berkata dengan semangat, "Ayo berenang, nduk! (panggilan untuk anak perempuan bagi orang Jawa)"
Aku berkedip. "Hah?"
Dan beneran, aku digelandang turun buat berenang di kolam renang hotel, yang luaaaaas banget. Nggak beneran digelandang, sih. Kebetulan aku juga doyan berenang, kayak ibu (iya, ibuku emang hobi renang). Di kolam yang luas itu masih belum ada orang. Maklum, masih jam setengah 7. Setengah 7, men!
Kukira ibu lupa kalau kami nggak ada yang bawa baju renang, tapi ternyata enggak. Ibu dengan cerdik menyewa baju renang untuk kita berdua. Saat kulihat bajunya... uwahh, malu!
Tadinya aku sempet nggak mau berenang, tapi setelah bajunya ditukar sama punya ibu (karena alasan yang cukup pribadi, jadi nggak usah kepo, ya!) akhirnya aku mau.
...b-baju renang ini... baju ini bukan baju renang biasa!
Emang bukan bikini, sih... baju renang yang aku pake ini berlengan panjang dan ada roknya. Tapi... nggak ada celana panjangnya!! Walhasil, betisku sampe-sampe terekspos. Malu berat aku.
Segera setelah nyebur, perasaan malu itu segera lenyap setelah menyadari hanya ada ibu, aku dan bapak di kolam. Tapi bapak nggak komentar apa-apa tentang pakaian anak perempuannya ini. Mungkin beliau sudah maklum, huehehe.
Dan ternyata betis dan pahaku putih juga, ya... #digetok
Kolam renang di hotel ini ternyata memiliki perosotan, dan perosotan itu adalah tujuan utama bapak ikut berenang dengan kami. Tapi malang tak dapat ditolak, perosotan itu belum dinyalain. Jadinya, setelah bapak udah naik ke atas perosotan itu, bukannya turun dengan merosot bapak malah jalan! Wahaha, entah kenapa aku langsung ketawa ngakak.
...kenapa? Bagaimana dengan adikku? Yaa, dia tinggal di kamar karena dia bilang nggak mau ikutan.
Bercanda deng, aku inget kok ada dimana. Kuraih HP Nokia C3-00 milikku, yang sudah berumur empat tahun, kondisi masih bagus dan mulus, layar baret-baret dikit dan tutsnya masih baik. Kira-kira laku berapa, ya? Ada yang mau beli?
...oke, maaf garing, barusan aku ikutan tren lawakan tahun 2015. Oh iya, ngomong-ngomong, selamat tahun baru 2016 ya! Wuahh, tahun baru kali ini aku lewatkan dengan tidur saja di rumah mbahku. Eitss, sebelum nyelonong jauh...
Jam menunjukkan pukul 5.30 pagi. Ibu dan Bapak udah bangun, tinggal adekku aja tuh yang masih ngulet-ngulet di kasur. Hmm, ibu ngebikinin kopi sama teh. Sebagai penggemar kopi dan bukan teh, aku memilih untuk meminum teh. Lah iyalah, yang enak-enak itu cuma untuk orang tua kita. Oke??
Nggak, sebenernya aku lebih doyan teh.
Balik ke topik, tanpa kusadari TV yang ada di kamar hotel kami sedang menayangkan kartun dari Negara Beruang - Rusia. Kartun itu berjudul Masha and the Bear. Pendapatku saja, menurutku lebih bagus versi sub-nya daripada dub-nya. Pas kulirik ke tempat tidur, ternyata adekku yang kukira masih molor udah bangun, dan lagi asyik ketawa-ketawa.
Menguap, aku merentangkan tanganku. Tiba-tiba ibuku berkata dengan semangat, "Ayo berenang, nduk! (panggilan untuk anak perempuan bagi orang Jawa)"
Aku berkedip. "Hah?"
Dan beneran, aku digelandang turun buat berenang di kolam renang hotel, yang luaaaaas banget. Nggak beneran digelandang, sih. Kebetulan aku juga doyan berenang, kayak ibu (iya, ibuku emang hobi renang). Di kolam yang luas itu masih belum ada orang. Maklum, masih jam setengah 7. Setengah 7, men!
Kukira ibu lupa kalau kami nggak ada yang bawa baju renang, tapi ternyata enggak. Ibu dengan cerdik menyewa baju renang untuk kita berdua. Saat kulihat bajunya... uwahh, malu!
Tadinya aku sempet nggak mau berenang, tapi setelah bajunya ditukar sama punya ibu (karena alasan yang cukup pribadi, jadi nggak usah kepo, ya!) akhirnya aku mau.
...b-baju renang ini... baju ini bukan baju renang biasa!
Emang bukan bikini, sih... baju renang yang aku pake ini berlengan panjang dan ada roknya. Tapi... nggak ada celana panjangnya!! Walhasil, betisku sampe-sampe terekspos. Malu berat aku.
Segera setelah nyebur, perasaan malu itu segera lenyap setelah menyadari hanya ada ibu, aku dan bapak di kolam. Tapi bapak nggak komentar apa-apa tentang pakaian anak perempuannya ini. Mungkin beliau sudah maklum, huehehe.
Dan ternyata betis dan pahaku putih juga, ya... #digetok
Kolam renang di hotel ini ternyata memiliki perosotan, dan perosotan itu adalah tujuan utama bapak ikut berenang dengan kami. Tapi malang tak dapat ditolak, perosotan itu belum dinyalain. Jadinya, setelah bapak udah naik ke atas perosotan itu, bukannya turun dengan merosot bapak malah jalan! Wahaha, entah kenapa aku langsung ketawa ngakak.
...kenapa? Bagaimana dengan adikku? Yaa, dia tinggal di kamar karena dia bilang nggak mau ikutan.
Sabtu, 26 Desember 2015
Liburan Akhir Tahun! Tenonet! (Hari ke-1)
Jadi, untuk tahun ini, kami sekeluarga punya jadwal liburan yang berbeda dari biasanya. Tahun ini kami akan piknik! Yaa, dan tujuan pikniknya juga tidak biasa! Kalian bisa menebak?
Kukasih gambarannya dulu, deh. Aku punya kakak yang sudah kuliah. Tahun ini dia memasuki semester ke-5. Ngomong-ngomong dia kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri. Tahun depan aku juga mau kuliah. Tolong doakan aku supaya bisa kuliah di perguruan tinggi negri seperti kakakku itu, ya! Tapi bukan di kampusnya.
Loh kok?
Karena kampusnya sungguh teramat sangat nun jauh dari rumah. Emang dimana sih dia kuliahnya?
Nama universitasnya adalah UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Oke, itu harusnya nulisnya nggak pake caps lock karena bukan merupakan singkatan. Tapi untuk penegasannya, jadinya nggak apa-apa deh, hehe. Di universitas itu kakakku mengambil jurusan AGRIBISNIS. Beda loh dengan agrobisnis. Apa bedanya? Cari gih di mbah gugel. Hehehe.
Dimana sih letak kampus kakakku itu? Cari sana gih di mbah gugel.
…apa? Kok ngeliatin aku kayak begitu? Tunggu, kenapa tiba-tiba aku merinding begini?! Aura pembunuh ini datang dari mana?!
Oke, oke! Maaf maaf! Cuma bercanda sedikit doang kok marahnya sampe segitunya? Dasar orang zaman sekarang, gampang naik darah… hehehehe.
Ehem ehem,
Jadi, kampus kakakku ini berada di MALANG, Jawa Timur. Sedangkan rumahku berlokasi di DEPOK, Jawa Barat. Huahaha, jauh kan??? Nah makanya itu! Kakakku Cuma bisa pulang ke rumah tiap 6 bulan sekali! Dan pake kereta, tentunya. Kenapa kereta? Karena kakakku mahasiswa. Dan mahasiswa biasanya bokek. Dan apa hubungannya? Temukan jawabannya di episode selanjutnya!!
…Maaf agak keluar pembicaraan nih, hehehe. Abis lama banget aku nggak apdet blog, bener nggak? Jadinya aku rada-rada begini deh. Pokoknya, karena Malang jauh banget dari rumah, aku juga cuma bisa ketemu sama kakak tiap kali dia pulang. Ibu juga belum pernah sekalipun nengokkin kesana, meskipun ibu bilang harusnya ibu seenggaknya nengokin dia sekali.
Oke, sekarang kalian udah bisa nebak, kan??
Kukasih gambarannya dulu, deh. Aku punya kakak yang sudah kuliah. Tahun ini dia memasuki semester ke-5. Ngomong-ngomong dia kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri. Tahun depan aku juga mau kuliah. Tolong doakan aku supaya bisa kuliah di perguruan tinggi negri seperti kakakku itu, ya! Tapi bukan di kampusnya.
Loh kok?
Karena kampusnya sungguh teramat sangat nun jauh dari rumah. Emang dimana sih dia kuliahnya?
Nama universitasnya adalah UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Oke, itu harusnya nulisnya nggak pake caps lock karena bukan merupakan singkatan. Tapi untuk penegasannya, jadinya nggak apa-apa deh, hehe. Di universitas itu kakakku mengambil jurusan AGRIBISNIS. Beda loh dengan agrobisnis. Apa bedanya? Cari gih di mbah gugel. Hehehe.
Dimana sih letak kampus kakakku itu? Cari sana gih di mbah gugel.
…apa? Kok ngeliatin aku kayak begitu? Tunggu, kenapa tiba-tiba aku merinding begini?! Aura pembunuh ini datang dari mana?!
Oke, oke! Maaf maaf! Cuma bercanda sedikit doang kok marahnya sampe segitunya? Dasar orang zaman sekarang, gampang naik darah… hehehehe.
Ehem ehem,
Jadi, kampus kakakku ini berada di MALANG, Jawa Timur. Sedangkan rumahku berlokasi di DEPOK, Jawa Barat. Huahaha, jauh kan??? Nah makanya itu! Kakakku Cuma bisa pulang ke rumah tiap 6 bulan sekali! Dan pake kereta, tentunya. Kenapa kereta? Karena kakakku mahasiswa. Dan mahasiswa biasanya bokek. Dan apa hubungannya? Temukan jawabannya di episode selanjutnya!!
…Maaf agak keluar pembicaraan nih, hehehe. Abis lama banget aku nggak apdet blog, bener nggak? Jadinya aku rada-rada begini deh. Pokoknya, karena Malang jauh banget dari rumah, aku juga cuma bisa ketemu sama kakak tiap kali dia pulang. Ibu juga belum pernah sekalipun nengokkin kesana, meskipun ibu bilang harusnya ibu seenggaknya nengokin dia sekali.
Oke, sekarang kalian udah bisa nebak, kan??
Sabtu, 05 September 2015
Kisah Sebuah Henfon (Bagian 2)
Berlanjut dari entri sebelumnya...
Sebelum itu, kalian sadar nggak, sekarang ini nama profilku aku ganti jadi Lucifer! Eaa, apa itu lucifer??
Kutipan dari Megami Tensei Wikia. Terjemahannya: "Malaikat yang jatuh, serta raja dari para setan dalam pengetahuan Yahudi-Kristen. Harga dirinya membuatnya menetang Tuhan, ia membawa sepertiga dari penghuni surga dengan dirinya. Dia sekarang menunggu kesempatan kedua untuk menantang Tuhan."
...Ehem, nggak ada hubungannya sih dengan alasanku mengganti nama profilku... Alasan utamanya adalah, dalam bahasa jepang, 'Lucifer' ditulis sebagai ルシファー. Hehehehe, keren kan! (menurutku siih)
Kembali ke topik awal.
Berlanjut dengan tragedi itu, aku tentu saja berusaha untuk mendapatkan kembali HPku itu. Motorolaku tersayang...
Aku laporin ke guruku. Juga ke satpam, sama ke janitor. Sayangnya, mereka semua nggak ada yang ngelihat HP itu. Malah waktu itu salah satu guruku pernah bilang untuk mengikhlaskan saja HPku itu. Mungkin itu cobaan, siapa tahu balasannya nanti aku diterima di PTN yang aku inginkan... Aaaamiiiiin bu!
Pada hari Sabtunya, bapakku menemukan cara untuk memblokir HPku itu, jadi siapapun yang memgangnya nggak bakal bisa menggunakan kartu SIM baru disitu. Hahaha, rasain tuh!! *dendam kesumat*
Caranya adalah dengan memblokir nomor IMEI. Nomor IMEI adalah nomer seri unik milik HP kita sendiri, ibaratnya seperti nomer HP atau sidik jari kita yang nggak ada kembarannya di dunia ini. Di kardus HP kalian pasti ada kok, nomer IMEI itu ada 15 dijit. Kalau kardusnya udah terlanjur kalian buangkasian deh loh kalian bisa cek di *#06#.
Tunjukkan nomer itu ke gerai resmi penjual merek HP kalian dan biarkan mereka melakukan tugasnya. Voila, bim salabim, jadi deh.
Setelah itu bapakku ke gerai operator telponku untuk me-recover nomer HPku yang hilang itu. Alhamdulillah, nomernya kembali ke tanganku, berikut paket internet dan pulsanya!! Iyeeeeey!!
Nomer itu aku pasang di HP Nokia lamaku, Nokia C3-00 (sekarang udah ganti namanya jadi Microsoft, ya?). HP itu sudah menjadi milikku sejak aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. HP kesayanganku itu memang awet...
Hari Minggu berikutnya, keluarga besarku datang ke rumahku, menengok adikku yang habis sunat/khitan. Yup, adekku resmi disunat hari Sabtu minggu kemarinnya, pada tanggal 22 Agustus 2015!! Horeee! Setelah penantian panjang....
Ehem, pokoknya saudara sepupuku, sekaligus sahabatku dari kecil itu ikutan juga. Seperti biasa aku dan dia ngobrol, lalu aku nggak bisa menahan keinginanku untuk curhat tentang insiden naas yang menimpa HPku itu...
Aku: Aku mau curhat...
Dia: Curhat apaan?
A: HP-ku ilang. *dengan wajah datar*
D: Lah?! Huahahaha!!
A: Dih malah ketawa...
D: Abisnya, ngomongnya blak-blakan banget!
Segera topik pembicaraan mengalir, tentang aku yang dengan cerdasnya lupa memasukkan HPku itu ke tas, juga guruku yang mencari HPku ke kelas. Kita membuat beberapa asumsi; jangan-jangan temenku yang ngambil, atau malah janitor yang ngebantuin guruku itu... Wallahualam.
Keluargaku main ke rumah sampe sore. Waktu itu aku mengantongi HP Nokiaku itu di kantung celana. Pas lagi asyik-asyiknya ngobrol sama sepupuku itu, tiba-tiba ada yang nelpon HPku. Refleks, aku angkat telponnya...
Sebelum itu, kalian sadar nggak, sekarang ini nama profilku aku ganti jadi Lucifer! Eaa, apa itu lucifer??
"A fallen angel, and the lord of demons in Judeo-Christian lore. His pride led him to revolt against God, taking a third of the heavenly host with him. He now waits for a second chance to challenge God." — Persona 3 Compendium (Lucifer)
Kutipan dari Megami Tensei Wikia. Terjemahannya: "Malaikat yang jatuh, serta raja dari para setan dalam pengetahuan Yahudi-Kristen. Harga dirinya membuatnya menetang Tuhan, ia membawa sepertiga dari penghuni surga dengan dirinya. Dia sekarang menunggu kesempatan kedua untuk menantang Tuhan."
...Ehem, nggak ada hubungannya sih dengan alasanku mengganti nama profilku... Alasan utamanya adalah, dalam bahasa jepang, 'Lucifer' ditulis sebagai ルシファー. Hehehehe, keren kan! (menurutku siih)
Kembali ke topik awal.
Berlanjut dengan tragedi itu, aku tentu saja berusaha untuk mendapatkan kembali HPku itu. Motorolaku tersayang...
Aku laporin ke guruku. Juga ke satpam, sama ke janitor. Sayangnya, mereka semua nggak ada yang ngelihat HP itu. Malah waktu itu salah satu guruku pernah bilang untuk mengikhlaskan saja HPku itu. Mungkin itu cobaan, siapa tahu balasannya nanti aku diterima di PTN yang aku inginkan... Aaaamiiiiin bu!
Pada hari Sabtunya, bapakku menemukan cara untuk memblokir HPku itu, jadi siapapun yang memgangnya nggak bakal bisa menggunakan kartu SIM baru disitu. Hahaha, rasain tuh!! *dendam kesumat*
Caranya adalah dengan memblokir nomor IMEI. Nomor IMEI adalah nomer seri unik milik HP kita sendiri, ibaratnya seperti nomer HP atau sidik jari kita yang nggak ada kembarannya di dunia ini. Di kardus HP kalian pasti ada kok, nomer IMEI itu ada 15 dijit. Kalau kardusnya udah terlanjur kalian buang
Tunjukkan nomer itu ke gerai resmi penjual merek HP kalian dan biarkan mereka melakukan tugasnya. Voila, bim salabim, jadi deh.
Setelah itu bapakku ke gerai operator telponku untuk me-recover nomer HPku yang hilang itu. Alhamdulillah, nomernya kembali ke tanganku, berikut paket internet dan pulsanya!! Iyeeeeey!!
Nomer itu aku pasang di HP Nokia lamaku, Nokia C3-00 (sekarang udah ganti namanya jadi Microsoft, ya?). HP itu sudah menjadi milikku sejak aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. HP kesayanganku itu memang awet...
Hari Minggu berikutnya, keluarga besarku datang ke rumahku, menengok adikku yang habis sunat/khitan. Yup, adekku resmi disunat hari Sabtu minggu kemarinnya, pada tanggal 22 Agustus 2015!! Horeee! Setelah penantian panjang....
Ehem, pokoknya saudara sepupuku, sekaligus sahabatku dari kecil itu ikutan juga. Seperti biasa aku dan dia ngobrol, lalu aku nggak bisa menahan keinginanku untuk curhat tentang insiden naas yang menimpa HPku itu...
Aku: Aku mau curhat...
Dia: Curhat apaan?
A: HP-ku ilang. *dengan wajah datar*
D: Lah?! Huahahaha!!
A: Dih malah ketawa...
D: Abisnya, ngomongnya blak-blakan banget!
Segera topik pembicaraan mengalir, tentang aku yang dengan cerdasnya lupa memasukkan HPku itu ke tas, juga guruku yang mencari HPku ke kelas. Kita membuat beberapa asumsi; jangan-jangan temenku yang ngambil, atau malah janitor yang ngebantuin guruku itu... Wallahualam.
Keluargaku main ke rumah sampe sore. Waktu itu aku mengantongi HP Nokiaku itu di kantung celana. Pas lagi asyik-asyiknya ngobrol sama sepupuku itu, tiba-tiba ada yang nelpon HPku. Refleks, aku angkat telponnya...
Kisah Sebuah Henfon (Bagian 1)
Kenapa ya, aku jadi pemalas banget?
Iya, pemalas... Cuma buat nulis bagian basa-basi entri kali ini aja rasanya aku males banget. Apa ini efek dari smartphone, ya...?
...Ngomong-ngomong soal smartphone, aku punya cerita sedih nih... Coba tebak.
Sebelum itu, smartphone, kita sebut aja HP, sekarang ini lagi booming-boomingnya, ya? Dari kalangan mudaaa banget (secara harfiah/literally/beneran/suer deh. Sepupuku yang umurnya baru dua tahun aja mainan tablet! Tablet hisap, hehehe.... Bercanda sih!) sampe orang tua-orang tua kita, bahkan para sepuh, semuanya punya HP canggih milik mereka sendiri.
Apalagi kalangan remaja, HPnya bisa lebih dari satu! Pokoknya, rasanya tidak ada remaja yang nggak punya HP canggih itu. Semua pasti punya deh, nggak peduli apapun modelnya.
......Semuanya, kecuali aku. Lah kok?
Semua ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2015, bertempat di sekolah tempatku menimba ilmu.
Hari itu, seperti biasa aku belajar di kelasku, kelas XII IPA 2 yang terletak di lantai tiga gedung baru. Yap, sekolahku menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP, bukan Kurtilas -- akronim dari KURikulum TIdak jeLas. Hehehehe, sebenernya sih namanya kurikulum dua ribu tiga belas, tapi karena ketidakpastiannya waktu itu, rasanya lebih enak menyebutnya begitu. Moga-moga nggak ada yang tersinggung ya, hehehehe.
Waktu aku masih kelas 2 semester 1, aku sempat belajar menggunakan kurikulum 2013 itu. Beberapa pelajaran dihilangkan untuk diganti mata pelajaran baru atau dijadikan lintas minat, misalnya pelajaran bahasa jepang dijadikan mata pelajaran peminatan khusus buat anak IPS kelas 10! Walahh, padahal bahasa jepang itu pelajaran kesukaanku!
Tetapi karena keputusan mentri baru, akhirnya sekolahku kembali menggunakan KTSP. Ketemu lagi deh sama pelajaran favoritku itu!
Kembali ke awal, hari itu sedang berlangsung pelajaran bahasa jepang di kelasku. Seperti biasa, aku menaruh HP kesayanganku, Motorola Moto G (motorola masih ada lho, bagi yang belum tau! Kalian cari aja di gugel. Spesifikasinya bagus, lho!) di laci mejaku waktu belajar. Ini merupakan kebiasaanku dari kelas 2, karena kelas 2 guru-guru biasa menyuruh kami untuk browsing di internet, aku selalu menaruh HPku itu di laci meja.
Jam pelajaran bahasa jepang usai, tibalah waktu pulang. Iya, pelajaran bahasa jepang adalah pelajaran terakhir di hari Selasa. Waktu itu aku sempet mau 'nyegat' gurunya, Toto Sensei buat aku interogasi. Hehehe, aku cuma mau nanya doang kok, nggak sampe interogasi segala!
Sayangnya sensei kayaknya lagi buru-buru tuh, habis kami ngasih salam sensei langsung melesat keluar kelas. Ya udah deh, aku beres-beres buku jadi agak nggak konsentrasi.
Keluar dari kelas, salah satu temanku yang bernama Fira kembali lagi ke kelas karena botol minumnya ketinggalan. Refleks, aku langsung meraba tasku, "Tadi HPku udah aku masukkin belum ya..." pikirku. Tapi emang dasar aku orangnya nggak percaya sama intuisi atau insting, aku udah optimis aja kalau HP itu udah aku masukkin ke dalam tas.
Iya, pemalas... Cuma buat nulis bagian basa-basi entri kali ini aja rasanya aku males banget. Apa ini efek dari smartphone, ya...?
...Ngomong-ngomong soal smartphone, aku punya cerita sedih nih... Coba tebak.
Sebelum itu, smartphone, kita sebut aja HP, sekarang ini lagi booming-boomingnya, ya? Dari kalangan mudaaa banget (secara harfiah/literally/beneran/suer deh. Sepupuku yang umurnya baru dua tahun aja mainan tablet! Tablet hisap, hehehe.... Bercanda sih!) sampe orang tua-orang tua kita, bahkan para sepuh, semuanya punya HP canggih milik mereka sendiri.
Apalagi kalangan remaja, HPnya bisa lebih dari satu! Pokoknya, rasanya tidak ada remaja yang nggak punya HP canggih itu. Semua pasti punya deh, nggak peduli apapun modelnya.
......Semuanya, kecuali aku. Lah kok?
Semua ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2015, bertempat di sekolah tempatku menimba ilmu.
Hari itu, seperti biasa aku belajar di kelasku, kelas XII IPA 2 yang terletak di lantai tiga gedung baru. Yap, sekolahku menggunakan kurikulum 2006 atau KTSP, bukan Kurtilas -- akronim dari KURikulum TIdak jeLas. Hehehehe, sebenernya sih namanya kurikulum dua ribu tiga belas, tapi karena ketidakpastiannya waktu itu, rasanya lebih enak menyebutnya begitu. Moga-moga nggak ada yang tersinggung ya, hehehehe.
Waktu aku masih kelas 2 semester 1, aku sempat belajar menggunakan kurikulum 2013 itu. Beberapa pelajaran dihilangkan untuk diganti mata pelajaran baru atau dijadikan lintas minat, misalnya pelajaran bahasa jepang dijadikan mata pelajaran peminatan khusus buat anak IPS kelas 10! Walahh, padahal bahasa jepang itu pelajaran kesukaanku!
Tetapi karena keputusan mentri baru, akhirnya sekolahku kembali menggunakan KTSP. Ketemu lagi deh sama pelajaran favoritku itu!
Kembali ke awal, hari itu sedang berlangsung pelajaran bahasa jepang di kelasku. Seperti biasa, aku menaruh HP kesayanganku, Motorola Moto G (motorola masih ada lho, bagi yang belum tau! Kalian cari aja di gugel. Spesifikasinya bagus, lho!) di laci mejaku waktu belajar. Ini merupakan kebiasaanku dari kelas 2, karena kelas 2 guru-guru biasa menyuruh kami untuk browsing di internet, aku selalu menaruh HPku itu di laci meja.
Jam pelajaran bahasa jepang usai, tibalah waktu pulang. Iya, pelajaran bahasa jepang adalah pelajaran terakhir di hari Selasa. Waktu itu aku sempet mau 'nyegat' gurunya, Toto Sensei buat aku interogasi. Hehehe, aku cuma mau nanya doang kok, nggak sampe interogasi segala!
Sayangnya sensei kayaknya lagi buru-buru tuh, habis kami ngasih salam sensei langsung melesat keluar kelas. Ya udah deh, aku beres-beres buku jadi agak nggak konsentrasi.
Keluar dari kelas, salah satu temanku yang bernama Fira kembali lagi ke kelas karena botol minumnya ketinggalan. Refleks, aku langsung meraba tasku, "Tadi HPku udah aku masukkin belum ya..." pikirku. Tapi emang dasar aku orangnya nggak percaya sama intuisi atau insting, aku udah optimis aja kalau HP itu udah aku masukkin ke dalam tas.
Langganan:
Komentar (Atom)